Bali Maritime Tourism Hub Rampung September 2024, Erick Thohir Bidik Pengaruh Ekonomi Jumbo

0 Comments

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) akan rampung pada September 2024. Untuk itu, ia membidik potensi pergerakan ekonomi semakin besar dari sektor pariwisata.

Dikenal, BMTH yaitu hasil pengembangan Pelabuhan Benoa, Bali. Pengembangan titik tamasya ini dijalankan oleh PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Erick menyebutkan dikala ini pelaksanaan pembangunan Bali Maritime Tourism HubBenoa cukup signifikan, dan ditargetkan bisa rampung pada September 2024.

Dengan dukungan Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi dan Kementerian berhubungan seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Kementerian Perhubungan, ia mau BMTH bisa selesai layak sasaran.

Dengan penyelesaian ini nantinya akan bisa mewujudkan ekosistem pariwisata di Bali dan juga berpotensi mewujudkan multiplier effect yang berkontribusi pada PDRB Bali hingga dengan 2,7 kali, serta meningkatkan kunjungan turis asing di Pelabuhan Benoa joker gaming 1,5 kali lipat dan turis dalam negeri hingga 2 kali lipat,\\\” ungkap Erick dalam keterangan resmi, Senin (13/5/2024).

Erick menambahkan kehadiran BMTH telah menjadi tenaga tarik pelancong mancanegara via kapal cruise. Nyatanya, pada 2023, Pelabuhan Benoa sukses menyandarkan 48 cruise dengan arus penumpang menempuh 77 ribu orang. Ini menjadi salah satu indikasi potensi peningkatan kunjungan tamasya baru di Bali dari sisi laut. Selain itu BMTH juga akan menarik pasar turis kelas atas atau exclusive.

\\\”Ini yaitu potensi bagus. Tahun ini dengan berjenis-jenis penambahan kapasitas yang ada di BMTH kami yakin jumlahnya akan meningkat,\\\” ujar Erick.

BMTH yaitu proyek strategis nasional yang dicanangkan oleh Pelindo untuk mengoptimalkan Pelabuhan Benoa, Bali, menjadi hub pariwisata maritim favorit.

Pembangunan Capai 93 Persen

BMTH mengintegrasikan antara sektor pariwisata, pelabuhan, dan entertainment untuk mewujudkan multiplier effect bagi pertumbuhan perekonomian regional dan nasional.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menerangkan BMTH selama pelaksanaannya proyek ini mengabsorpsi sekitar 1.900 pekerja lokal untuk pembangunannya. BMTH diinginkan bisa menunjang pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka lapangan profesi baru bagi masyarakat di sekitar wilayah Benoa.

\\\”Progres pembangunan BMTH dikala ini telah menempuh 93 persen. Hal ini memperlihatkan komitmen dan kerja keras semua pihak yang terlibat dalam proyek ini, dan layak dengan arahan Menteri BUMN akan seketika dirampungkan pada september 2024,” ujar Arif.

Sinergikan UMKM ke BMTH

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menerangkan, pemerintah tengah mengoptimalkan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Hal ini dijalankan guna membawa produk lokal dari UMKM dan industri kreatif Indonesia bisa berkembang besar pun masuk ke pasar global.

Menurut Erick Thohir, dengan pengembangan produk lojal lokal ini tentu saja akan mempunyai kans besar meningkatkan kesejahteraan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat. \\\”Apabila di (Pelabuhan) Benoa ini 100 persen patut local brand, mau makanan atau yang lainnya,\\\” ujar Erick dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/1/2022).

Bali Maritime Tourism Hub diproyeksikan menjadi sentra pariwisata maritim di Indonesia dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2023. Pelabuhan Benoa sendiri telah masuk dalam Program Pengembangan Superhub layak amanat Tertib Presiden Nomor 109 tahun 2020, tentang Perubahan Ketiga atas Tertib Presiden Nomor 3 Tahun 2016, tentang Percepatan Progres Proyek Strategis Nasional.

Menurut hal tersebut, Erick menyinergikan UMKM dan pelaku industri ke dalam BMTH untuk menjadi sebuah ekosistem. Ia menegaskan ekosistem tersebut patut direalisasikan, mengingat berhubungan dengan penugasan BUMN di sektor industri kreatif dan pelaku usaha mikro.

Home Port bagi Kapal Pesiar
Sementara itu, pengembangan Pelabuhan Benoa Bali dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub juga mewujudkan Bali sebagai hub pariwisata maritim yang berfungsi sebagai home port bagi kapal pesiar tamasya. Tentunya langkah ini akan kapabel meningkatkan konektivitas kunjungan pelancong dengan kapal pesiar antar pelabuhan di Indonesia.

\\\”Mengapa kita mewujudkan Bali sebagai super hub daripada turis kelautan, yang di mana titiknya di sini, baru ia menyebar ke pulau-pulau lain yang memang infrastrukturnya keok sama Bali,\\\” sebutnya.

Adapun Bali Maritime Tourism Hub nantinya bukan hanya mempunyai area pariwisata, melainkan secara berjenjang juga akan dibangun area yacht terminal, area perikanan, area curah cair dan petikemas, serta pelabuhan Benoa eksisting. nantinya bisa menjadi tempat bersandarnya kapal pesiar terbesar di Indonesia.

 

Related Posts