Harga Cabai

Harga Cabai Naik 60 Persen Dorong Inflasi di Madiun

0 Comments

Badan Sentra Statistik (BPS) Kota Madiun, Jawa Timur, mencatat inflasi sebesar 0,48 persen pada November 2023 akibat kenaikan harga cabai rawit, yang menempuh 60,72 persen.

Kepala BPS Kota Madiun Abdul Azis mengatakan kenaikan harga komoditi cabai rawit memberikan andil sebesar 0,25 persen kepada inflasi di Kota Madiun.

Berdasarkan ia, kenaikan harga cabai rawit pada November lebih tinggi dibanding Oktober yang cuma 29,4 persen. Salah satu penyebabnya ialah unsur cuaca yang mengakibatkan petani gagal panen, sehingga berpengaruh pada pasokan.

Apalagi, cabai rawit yang dipasarkan di Kota Madiun didatangkan dari tempat sekitar Madiun. Alhasil, inflasi Kota Madiun pada November lebih tinggi dibanding Jawa Timur yang 0,31 persen, dan nasional 0,38 persen.

“Apabila inflasi tinggi itu pengaruhnya tenaga beli masyarakat menjadi berkurang. Apabila umumnya beli cabai rawit Rp10.000, sebab ada kenaikan harga, karenanya masyarakat mengurangi konsumsi cabai rawitnya,” kata Abdul.

Baca juga:

Jangan Asal Buka Usaha, Ini Kiat Belajar Bisnis untuk Pemula

Inilah Instrumen Investasi yang Paling Diminati Anak Muda

Kenaikan harga cabai rawit, juga berpengaruh kepada keberlangsungan usaha kios makan, ataupun produsen pembuatan saus cabe pecel di Kota Madiun.

Mereka wajib dapat mencari metode supaya harga produknya konsisten relatif murah, melainkan tak menurunkan mutu yang dijadikan.

“Imbas dari kenaikan harga cabai rawit, pencatatan kami, komoditi nasi dengan lauk ini juga mengalami inflasi pada November. Itu baru di rumah makan, belum lagi di industri pembuatan saus cabe pecel,” katanya.

Kecuali cabai rawit, terdapat sejumlah komoditi lain pemicu inflasi pada November 2023 di Kota Madiun, di antaranya beras, rokok kretek, bawang merah, gula pasir, dan telor ayam ras.

“Kecuali cabai rawit, harga beras juga masih mendukung terjadinya inflasi November 2023 di Kota Madiun,” ujarnya.

Walaupun, komoditi penekan inflasi, di antaranya harga bensin, biaya KA, ayam hidup, daging ayam ras, minyak goreng, tomat, tempe, serta bawang putih dan daging sapi.

Sementara itu, dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jatim, semuanya mengalami inflasi. Adapun inflasi tertinggi, terjadi di Sumenep 0,87 persen.

Kemudian, Madiun 0,48 persen, Probolinggo 0,44 persen, Banyuwangi 0,42 persen. Disusul Malang 0,40 persen, Kediri 0,38 persen, Jember 0,28 persen, dan Surabaya 0,26 persen.

Related Posts