Keren, Bandar Narkoba di Kampung Bahari Gunakan CCTV dan Drone untuk Hindari Penggerebekan Polisi

0 Comments

Polisi menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara terhadap Minggu, (10/3/2024). Kampung Bahari sesungguhnya sudah menjadi langganan digerebek sebab menjadi sarang narkoba.
Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap 7 orang yakni SL, AM, DH, DP, AI, IY, dan FH yang merupakan bandar narkoba.
“Ya jikalau pasalnya kan mengedarkan, bermakna ya golongannya klusternya bandar. Yang kami lakukan ini adalah bagian cipta kondisi untuk merawat kenyamanan keamanan,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dikutip Selasa (19/3/2024).
Polisi mengutarakan para bandar narkoba spaceman berikut sudah lakukan persiapan untuk menghindari penggerebekan polisi bersama dengan langkah memasang CCTV dan drone.
“Banyak sekali modusnya untuk menjaga diri. Ada CCTV. Jadi jikalau kami masuk ke sana sudah terpantau di CCTV. Mereka sudah miliki cara-cara untuk ini. Ada juga yang untuk drone. Nanti jangan hingga salahkan kami jikalau kami tembak dronenya itu,” ungkap dia.
“Drone berada di atas kampung disaat kami rela lakukan usaha paksa atau penegakkan hukum, mereka mengamati pergerakan kita. Silakan saja. Tapi suatu disaat bakal tersedia drone yang ketembak,” tambahnya.
Sementara disaat dikerjakan penggerebekan, mereka juga lakukan perlawanan.
“Mereka selalu lakukan perlawanan, manfaatkan petasan, manfaatkan sajam, manfaatkan ketapel, manfaatkan anak panah,” sebutnya.
Bahkan dalam penangkapan kali ini, polisi menemukan senjata rakitan dan 6 butir peluru, 1 airgun, 1 granat asap beserta gas C02 4 tabung, dan 1 senapan PCP.
“Salah satunya granat tadi, ini asap ya, granat asap. Tetapi terhadap waktu, tidak sempat digunakan oleh para pelaku. Kemungkinan paling tidak untuk menghalang menghambat polisi untuk masuk ke kampung itu,” tuturnya.
Oleh sebab itu, Gidion menyebutkan pihaknya saat ini sedang menelusuri bagaimana para bandar itu memperoleh alat-alat tersebut. Termasuk, senjata api rakitan yang dipakai untuk melawan petugas.
“Ya nanti itu dalam penyelidikan lebih lanjut. Nanti kami uraikan juga itu ke atas berasal dari mana asal itu barang ini,” jelasnya.
Tujuh Tersangka
Adapun untuk tujuh orang tersangka sudah disangkakan pasal 114 ayat 2 Subsider pasal 112 ayat 2 subsider pasal 111 ayat 1 jo pasal 127 ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2009 mengenai narkotika.
Ketujuh pelaku diancam pidana kurungan enam tahun dan paling lama 20 tahun.Penindakan ini menunjukkan Polri tidak berkompromi bersama dengan bandar dan wilayah yang rawan terjadinya peredaran narkotika,” kata Gidion.
Menurut dia penggerebekan ini dikerjakan setelah pihaknya memperoleh informasi tersedia transaksi narkotika di wilayah Samudra dan Kampung Muara Bahari.
Dilakukan penggerebekan oleh tim paduan bersama dengan kekuatan 163 personel dan menemukan 129,2 gram sabu-sabu. Kemudian 92,4 gram tembakau sintetis dan 24,8 gram ganja kering.
Ia menyebutkan narkotika punya pelaku ini didapatkan berasal dari bandar bersama dengan inisial U alias L. “Kami bakal terus kembangkan kasus ini,” kata dia.

Related Posts