Menperin Bolos, Kelanjutan Harga Gas Bumi Murah Masih Gelap

0 Comments

Kelanjutan program harga gas bumi tertentu (HGBT) atau harga gas murah masih belum menemukan kepastian. Pasalnya, dalam rapat koordinasi yang dilakukan di Kementerian Tenaga dan Sumber Tenaga Mineral (ESDM), Jumat (22/3/2024), Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita masih berhalangan hadir.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, dirinya sudah berjumpa dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat tersebut. Tetapi karena Menperin masih absen, sehingga belum ada kepastian lebih lanjut mengenai kelanjutan program harga gas bumi murah untuk sektor industri tersebut.
Tadi rapat yang datang hanya dua. Menperin enggak datang, Sri Mulyani hadir, jadi belum selesai,\\\” ujar Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/3/2024).
Arifin menegaskan, kepastian program HGBT ke depannya memang patut menempuh quorum antara dirinya bersama Menteri Keuangan dan Menperin. Sehingga, usul Menperin untuk memperluas industri penerima harga gas murah perlu didiplomasikan segera dengan yang bersangkutan.
\\\”Ya nanti (kelanjutannya) tergantung sbobet88 indonesia quorum-nya nanti kan. Kan belum keluar. Ya kan patut dievaluasi dulu gasnya cukup apa enggak, kemampuan negara juga. Kita patut hitung dulu balance-nya, pipanya nyambung apa enggak,\\\” imbuhnya.
Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan perluasan HGBT ke semua sektor industri ialah upaya untuk mewujudkan daya saing industri nasional.
Adapun tujuh sektor industri penerima Program HGBT dikala ini ialah pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, gelas kaca, dan sarung tangan karet.
\\\”Jikalau kemauan aku semua industri di luar tujuh sektor, ataupun sektor di luar HGBT patut mendapatkan harga gas yang baik untuk daya saing,\\\” kata Agus dikutip dari Antara, Jumat (22/3/2024).
Tanggung Jawab Bersama
Menperin menyampaikan perluasan tersebut bisa mendongkrak daya saing industri dalam negeri supaya lebih kuat dalam menghadapi tekanan pasar global. Oleh karena itu pihaknya mendukung supaya kebijakan HGBT sebesar 6 dolar AS per MMBTU yang akan berakhir pada tahun ini untuk dilanjutkan.
\\\”Kami mendukung itu, karena kami sudah merasakan manfaat bagi industri bisa merasakan harga yang baik, jadi jikalau kita tidak ciptakan daya saing dalam internal kita ini akan sulit kita bersaing,\\\” ujarnya.
Selain itu, berdasarkan dia, semua pemangku kepentingan yang bertanggung jawab dalam mengerjakan kebijakan HGBT, patut mengerjakan program tersebut sebaik mungkin layak dengan undang-undang yang diatur oleh Presiden.
Agus juga mengatakan kementerian atau lembaga (K/L) yang terlibat dalam kebijakan HGBT, patut memandang manfaat dari program tersebut bagi kemajuan ekonomi di tanah air.
\\\”Masing-masing K/L itu lihatnya ga boleh sempit, jadi jangan terus memandang profit dari K/L nya masing-masing. Tetapi manfaat bagi bangsa dan negara, multiplier efek yang tinggi dari HGBT itu yang patut dipandang,\\\” ujar Menperin.

Related Posts