Norwegia Nyatakan Siap Tangkap PM Israel Benjamin Netanyahu

0 Comments

Norwegia pada Selasa (21/5/2024) menjadi negara Eropa pertama yang mengumumkan akan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant apabila surat instruksi yang dikeluarkan oleh panel hakim di Pengadilan Pidana Internasional (ICC) rupanya.

Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide mengatakan apabila surat instruksi penangkapan dikeluarkan kepada Netanyahu dan mahjong ways slot Gallant atas nama ICC yang berkedudukan di Den Haag maka mereka akan diwajibkan menangkap keduanya apabila pejabat Israel itu tiba di Norwegia.

Kami berkeinginan semua negara pihak (penandatangan) ICC akan melakukan hal yang sama,\\\” ujarnya seperti diinformasikan kantor kabar Anadolu, Rabu (22/5). Jaksa Agung ICC Karim Khan mengumumkan pada hari Senin (20/5) bahwa ia telah mengajukan surat instruksi penangkapan kepada Netanyahu dan Gallant serta tiga pemimpin Hamas, adalah Kepala Politbiro Hamas Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar, dan kepala sayap militer Hamas Mohammed Deif.

Penerapan kelaparan sebagai cara perang\\\” termasuk di antara tuduhan Khan kepada Netanyahu dan Gallant, sesuatu yang mereka dan pejabat Israel lainnya sangkal dengan naik darah. Sementara itu, tiga pemimpin Hamas dituduh melakukan melanggar hukum perang atas penghilangan nyawa orang lain warga sipil dalam serangan ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang memulai perang terbaru di Jalur Gaza.

Keputusan mengenai apakah salah satu surat instruksi penangkapan pada akibatnya akan dikeluarkan berada di tangan panel yang terdiri dari tiga hakim ICC, di mana mereka akan mengukur bukti yang diajukan oleh kantor Khan. Laporan kantor kabar AP menceritakan, para hakim lazimnya memerlukan waktu dua bulan untuk mengambil keputusan.

Desakan Israel kepada Prancis

Permintaan Khan pada hari Senin agar ICC mengeluarkan surat instruksi penangkapan memperdalam isolasi global kepada Israel. Belgia, Slovenia, dan Prancis yang adalah salah satu sekutu utama Israel mengucapkan menyokong keputusan Khan.

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, malahan hingga mesti berangkat ke Prancis sebagai respon atas sikap hal yang demikian. Dia mendesak Prancis untuk mengucapkan dengan lantang dan jelas bahwa permintaan surat instruksi penangkapan kepada Netanyahu dan Gallant tak bisa diterima, terlepas dari kewenangan pengadilan.

\\\”Inilah yang dilaksanakan oleh sahabat-sahabat kita di semua dunia dan inilah yang saya harapkan dari sahabat kita, pemerintah Prancis,\\\” ujar Katz pada Selasa (21/5), seperti dikutip dari The Times of Israel, dalam acara yang menandai 75 tahun hubungan antara Israel-Prancis, yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Prancis Stephane Sejourne.

Sementara itu, pada hari sebelumnya Sejourne menuturkan, \\\”Prancis mengakui independensi ICC, itu adalah sebuah prinsip.\\\”

\\\”Kini terserah pada hakim di ICC untuk memastikan apakah surat instruksi ini akan dikabulkan.\\\”

Melainkan, ia mendesak masyarakat untuk tak menarik \\\”kesetaraan\\\” antara permintaan surat instruksi penangkapan jaksa ICC kepada para pemimpin Israel dan Hamas.

Bagaimanapun, Israel masih memperoleh dukungan dari sekutu utama lainnya, Amerika Serikat (AS), dan sejumlah negara Barat.

 

Related Posts