Pasar Ekspor Tuna

Pasar Ekspor Tuna Dunia di Kuasai RI Hingga 18%, Cuan Rp 15,7 T

0 Comments

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan, nilai kontribusi ekspor ikan tuna pada th. 2022 sebesar US$960 juta atau setara Rp15,7 triliun (dengan kesimpulan kurs Rp16.388/US$). Sementara untuk volume ekspornya berada di angka kurang lebih 194.700 ton per tahun.

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan KKP Ridwan Mulyana mengatakan, nilai kontribusi dan volume ekspor ikan tuna tiap tiap tahunnya punya angka yang benar-benar signifikan. Di mana pangsa memproduksi tuna Indonesia sendiri berada di level 18% pada memproduksi tuna dunia sebesar 8,3 juta ton per tahun.

“Ekspor ikan tuna kita kurang lebih 194.700 ton per tahun, dan mengimbuhkan nilai kontribusi sebesar US$ 960 juta di th. 2022. Jadi ini benar-benar signifikan. (Sementara) pangsa memproduksi kita adalah 18% pada memproduksi tuna dunia yang sebesar 8,3 juta ton per tahunnya,” kata Ridwan didalam Konferensi Pers Indonesia Tuna Business & Investment Forum 2024 di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Sementara kalau secara keseluruhan, kata Ridwan, rata-rata memproduksi ikan tuna Indonesia tiap tiap tahunnya kurang lebih 1,49 juta ton, bersama dengan lima komoditas unggulan seperti tuna sirip kuning, tuna sirip biru, tuna mata besar, tuna albakora, dan cakalang.

“Lima jenis ini mengimbuhkan kontribusi pada memproduksi kita rata-rata 706.400 ton per tahunnya. Ini rata-rata memproduksi dari th. 2011-2022,” ujarnya.

Adapun dari angka memproduksi sebanyak 1,49 juta ton itu bersumber dari sejumlah perairan kepulauan, yakni WTP 713 perairan kepulauan Selat Makasar dan Flores, WTP 714 di Laut Banda, dan WTP 715 di perairan Maluku.

“Tentunya kita benar-benar concern pada bagaimana keberlanjutan usaha penangkapan ke depan, bagaimana kita menanggung tetap tersedianya sumber kekuatan ikan tuna sehingga sanggup mengimbuhkan nilai kesejahteraan dan menambah kontribusi bikin negara,” ucapnya.

Baca juga:

Tips Memulai Usaha Service Komputer untuk Pemula

Peluang Usaha Budidaya Ikan Cupang dan Tips Sukses

Oleh sebab itu, sejumlah langkah dikerjakan KKP berkenaan pengelolaan tuna di hulu, diantaranya bersama dengan menerapkan tata kelola perikanan tuna yang baik dan bertanggungjawab. Adapun komponennya yaitu, KKP mengimplementasikan prinsip ekonomi biru melalui penangkapan ikan terukur.

“Artinya kita menyelaraskan aspek ekonomi dan ekologi, sehingga penangkapan ikan tuna ini juga tidak mengancam sumber kekuatan lingkungan, baik itu perairan maupun habitat di laut tak hanya daripada perikanan,” terang dia.

Langkah yang kedua, lanjut Ridwan, KKP sebabkan dokumen bersama dengan berkenaan rancangan pengelolaan perikanan. “Intinya adalah, bagaimana mengelola perikanan tuna sehingga berkelanjutan. Kita mengatur bagaimana ukurannya, masa kala penangkapan ikan, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Kemudian, KKP juga melakukan tata kelola perikanan yang konsisten di perairan kepulauan. Salah satunya melalui dokumen harvest strategy, di mana didalam dokumen tersebut dijelaskan bagaimana langkah pemanenan yang baik.

“Itu berkenaan bersama dengan bagaimana kita mengatur? Berapa izin yang wajib diberikan sehingga tetap lestari. Bagaimana alat-alat tangkapan yang tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan, itu diatur semua. Termasuk pemanfaatan alat bantu rumpon dan sebagainya,” kata Ridwan.

“Dokumen harvest strategy ini udah ditandatangani dan diluncurkan oleh bapak Menteri Kelautan dan Perikanan pada 29 Juni 2023. (Dokumen harvest strategy) tidak seluruh negara udah menerapkan. Ini suatu poin positif bagi kita sebagai negara perikanan yang memadai besar,” sambungnya.

Selain itu, Ridwan menyatakan bahwa pihaknya juga melakukan bantuan daerah pemijahan dan pengasuhan di WPP 714. Katanya, daerah perairan itu dipertahankan KKP sebab merupakan salah satu daerah memijah atau bertelurnya ikan tuna sirip kuning.

“Upaya lainnya, kita melakukan perbaikan data, sebab kementerian ini punya basis information yang memadai. Jadi perbaikan-perbaikan information tetap kita lakukan, tentu kita tidak sendiri, kita bersama dengan Kementerian/Lembaga lainnya,” sebut Ridwan.

Selain usaha yang dikerjakan di didalam negeri, secara bersamaan KKP juga memperkuat pertalian diplomasi dan kerjasama bersama dengan negara tetangga, sehingga sanggup mendapatkan hak akses pemanfaatan perikanan tuna lebih banyak.

“Karena sumber kekuatan tuna itu beberapa kita peroleh dari laut lepas, yang sebetulnya ini bukan perairan yang sebagai yurisdiksi kita. Artinya, di situ lah pengelolaan bersama dengan perikanan. Jadi kita wajib aktif, bagaimana kita menambah diplomasi, kerjasama dan lain sebagainya, sehingga kita mendapatkan hak lebih banyak,” pungkasnya.

Related Posts