Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Pasar Cisaat Sukabumi Tidak Kunjung Diangkut

0 Comments

Tumpukan sampah yang menggunung di pojok belakang pasar tradisional Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, menuai protes dari warga setempat. Selain mengganggu keindahan lingkungan sampah ini juga membuat para pedagang di sekitaran merasakan kemenangan di situs slot hongkong wilayah pasar tradisional hal yang demikian tidak nyaman, karena sering kali memunculkan wewangian tidak nikmat.

Aksi protes bahkan disuarakan warga, terpenting tumpukan sampah itu telah beberapa minggu terakhir belum diangkut. Untuk menyampaikan keluhan, alhasil puluhan warga Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, lantas mendatangi lokasi tumpukan sampah dengan membawa sejumlah spanduk yang berisikan kecaman.

Ketua RT 01/RW 06, Desa Sukamanah, Rifky Oktaviana mengatakan, bersama warga lainnya sengaja menjalankan aksi tenteram ini, karena warga merasa marah dengan sikap pemerintah yang spaceman slot tidak mengangkut sampah yang berada di pojokan pasar, hingga sampah menumpuk.

“Dari sebelum puasa sampah ini tidak kunjung diangkut. Kemarin-kemarin itu sampah sampe numpuk ke trek pasar,” ujar Rifky Oktaviana pada Senin (13/5/2024).

Dia mengatakan, tumpukan sampah ini kecuali dikeluhkan para pedagang pasar, juga dipersoalkan oleh warga setempat. Terlebih, warga yang lokasi rumahnya berdekatan dengan pasar Cisaat.

Tidak hanya itu, tumpukan sampah juga diukur mengganggu kesibukan pedagang di Pasar Cisaat. Bahkan, ada beberapa pedagang di pasar tradisional hal yang demikian, yang terpaksa menutup kiosnya, karena tidak kuat dengan wewangian tidak nikmat yang bersumber dari tumpukan sampah hal yang demikian.

“Iya, tumpukan sampah itu kecuali bahu menyengat, juga banyak lalat yang berkeliaran ke rumah penduduk. Kami cemas jikalau diizinkan, ini bisa jadi sumber penyakit. Makanya kami minta pengurus pasar supaya sampah-sampah ini lantas diangkut,” ungkapnya.

Pengangkutan Sampah Mandek
Kepala UPTD Pasar Cisaat, Ece Yudi menuturkan, pihaknya mengoreksi bahwa sampah yang menumpuk di wilayah pojok pasar tradisional Cisaat hal yang demikian disebabkan karena terhambatnya cara kerja pengangkutan sampah hingga beberapa bulan.

Disinggung mengenai penyebab mandeknya pengangkutan sampah di lokasi hal yang demikian, ia menerangkan, bahwa itu terjadi karena beberapa elemen. Di antaranya, situasi sulit teknis berhubungan transportasi pengangkutan sampah ke daerah pembuangan sampah akhir (TPSA).

“Memang telah terjadi sekitar dua bulan. Ada beberapa kendala yang menyebabkan situasi sulit ini terjadi. Belum lagi, situasi sulit antrean kendaraan angkut serta alat berat. Jadi biang mandeknya pengangkutan sampah di Pasar Cisaat seperti itu,” katanya.

Semua situasi sulit hal yang demikian, kata ia, telah diperkenalkan kepada para pedagang dan warga setempat. Padahal demikian, pihaknya mempertimbangkan akan berupaya optimal supaya sampah yang telah menumpuk hal yang demikian, bisa lantas diangkut ke TPSA.

“Sesungguhnya, sampah itu telah mulai diangkut mulai dari kemarin. Melainkan, karena sampah yang menumpuknya banyak, makanya belum habis seluruh,” katanya lagi.

Related Posts